Entry: ”Murah tidak dijual, Mahal tidak terbeli…” Wednesday, July 02, 2008



Integritas, kita sering mendengar dan menggunakan kata ini dalam berdiskusi, tetapi mari kita bahas lebih lanjut, apa sebenarnya arti Integritas dalam konteks kerja itu?

Dalam kamus kompetensi, Integritas kerja adalah bertindak konsisten sesuai dengan kebijakan dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut, dan bertindak secara konsisten walaupun akan sulit untuk melakukannya.

Dalam bahasa mudah, integritas dikaitkan kepada perilaku Kejujuran, Transparansi ataupun Keterbukaan terhadap atasan, kolega serta bawahan dalam melakukan pengambilan keputusan dalam bekerja, sesuai dengan prosedur, kaidah kerja serta etika yang berlaku.  

Contoh kecil adalah melakukan absensi setiap pagi karena prosedur kerja meminta kita sebagai karyawan melakukan aktifitas tersebut. Contoh lain adalah melakukan kegiatan pekerjaan sesuai dengan arahan serta prosedur yang berlaku, seperti bersikap tidak memihak atau netral terhadap suatu tender pengadaan atau proyek, pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat ke pelanggan, memeriksa barang-barang yang masuk atau keluar sesuai dengan surat order, memakai fasilitas kerja seperti komputer, kendaraan atau yang lain hanya untuk kepentingan pekerjaan, melaporkan kegiatan kerja sesuai dengan data dan fakta serta tepat waktu, menghargai pendapat sesama, saling menghormati dan mentaati norma dan etika kerja dan lain sebagainya.

Integritas kerja wajib hukumnya dimiliki oleh semua karyawan, dari level paling bawah sampai paling atas, karena dengan memiliki integritas kerja, kepatuhan terhadap sistem kerja akan berjalan secara konsisten dan menghasilkan efektifitas kerja yang baik.

Integritas kerja atau dengan bahasa sederhana dikaitkan kepada kejujuran diri dalam bekerja, merupakan hal yang mudah serta murah, karena tidak memerlukan biaya ataupun energi untuk mengimplementasikannya, sehingga tidak untuk dijual. Cukup dengan keikhlasan hati serta kecintaan dan kebanggaan terhadap apa yang dikerjakan, dampak yang akan timbul adalah sikap positif dalam diri, dan tahan terhadap tekanan kerja yang dapat menimbulkan stress.  

Tetapi Integritas kerja juga merupakan hal yang Mahal, karena perusahaan mutlak memerlukan nilai-nilai kejujuran dalam menjalankan sistem kerja, tapi tidaklah mudah serta  memerlukan biaya yang tinggi, jika harus melakukan sistem kontrol yang ketat dalam hal memonitor “kejujuran” para karyawannya. Dapat dibayangkan, jika manajemen tidak mempercayai integritas kerja seorang operator atau security yang bekerja shift malam atau driver yang bertugas mengirim produk ke tempat yang jauh, atau pekerja proyek yang bertugas di remote area, sehingga perlu memasang perangkat monitor 24 jam untuk memantau pekerjaannya, misalkan.

Integritas kerja juga sulit untuk diajarkan lewat pelatihan formal, karena hal ini berhubungan dengan behavior (perilaku) seseorang yang mungkin dapat berubah-ubah tergantung dari nilai-nilai yang dianutnya saat ini.  

Hal yang paling mudah untuk menularkan integritas kerja adalah dengan memberi contoh kepada yang lain. Dengan prinsip 3 S, yaitu dimulai dengan Sedikit dan dari diri Sendiri serta dimulai dari Sekarang. Mudah-mudahan kita akan terbiasa melakukannya.

Integritas kerja akan menumbuhkan saling percaya (Trust) dari pihak karyawan terhadap atasan serta sebaliknya dari pihak manajemen maupun pemegang saham, yang nota bene adalah owner perusahaan.

Trust atau kepercayaan inilah, yang akan menjamin kelangsungan kerja serta pengembangan perusahaan, yang tentunya akan berdampak simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan antara karyawan & manajemen dengan pemilik modal.

 

Integritas, mudah dibicarakan, sulit dilaksanakan, mudah diangankan, sulit dibuktikan.

Integritas, murah tak ada yang jual, mahal tak terbeli.

by RKYU

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments