Entry: MUBAH MENUNTUN KEPADA KUFUR Monday, March 26, 2007



 

Sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil, demikianlah pepatah dan nasihat yang biasa kita temukan, sekedar untuk membesarkan semangat untuk melakukan hal-hal yang besar dengan memulainya walaupun melalui hal yang kecil.

Sebuah bangunan yang megah dibuat dimulai dengan coretan kecil dalam site plot plan untuk merancang tata letak bangunan tersebut.

Sebuah pesawat ulang alik yang canggih merupakan perkembangan teknologi aeronotika dimulai dari coretan lamunan ikarus tentang manusia terbang.

Begitu pula dengan dosa yang besar yang merupakan akumulasi dari dosa-dosa kecil yang terus-menerus bertumpuk tanpa adanya upaya membersihkan diri lewat taubat.

Ketika dalam kehidupan ini kita menemukan banyak orang yang merasa cukup dengan dunia dan agama yang dipunyainya, seakan-akan rahmat Allah SWT telah menyempurnakan derajat mereka disisi-Nya. Padahal tanpa adanya cobaan yang datang untuk menguji kesabaran mereka, mustahil derajat ketaqwaan akan meningkat.

Ketenangan hidup, kemewahan dunia, kedamaian hati, mungkin memang itulah kemurahan Allah bagi orang-orang yang dianggap "lemah" terhadap ujian berat yang diperuntukan bagi orang yang bertaqwa. Kita patut untuk mensyukuri "berkah" Allah, yang memberi kita dengan ujian kesabaran yang ringan seperti itu. Sesungguhnya Allah mengajari kita untuk memintakan ujian yang teramat ringan di dunia ini, tanpa merendahkan kualitas keimanan kita. 

Namun jika karunia nikmat tersebut disikapi dengan ketidakpuasan terhadap apa yang diterima di dunia ini, hal ini nenjadi sebuah bencana yang teramat besar.

Keinginan dan ketidakpuasan yang menggelora haruslah dapat dikendalikan dengan ilmu dan iman, karena sebenarnya hal itu merupakan nafsu yang takkan kunjung memuaskan. Begitulah setan menggoda manusia lewat hembusan nafsu yang selalu membayangi di setiap langkah kehidupan kita, tanpa kita menyadarinya.

Langkah kita selalu akan diseret kepada hal-hal yang mubah atau berpotensi menimbulkan dosa kecil. Penundaan waktu shalat, pergunjingan dengan dalih menggali kebenaran, diskusi kritis terhadap dalil-dalil qath'i, sikap mendahulukan toleransi yang melemahkan terhadap penegakan hukum syar'i, merupakan langkah awal yang dapat menuntun kepada kekufuran yang besar.

"Ketahuilah pintu-pintu mubah yang terbuka amat lebar akan melukai agama anda begitu dalam. Waspadalah terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi, pakailah pakaian perang jika berperang. Lihatlah akibat dari perbuatan dan pekerjaan anda serta apa yang akan anda petik dari kealukan-kelakuan anda. Teruslah waspada untuk menjauhi apa yang sekiranya akan membahayakan, meski anda belum yakin sepenuhnya..."(dikutip dari nasihat ulama Imam Ibnu Al Jauziy)

 

Salam,

RkYu

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments