Visit gettyimages.com for images like these
<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30










 
s'associer a mes amis Mas Oyi; Hadi tea
Terima Kasih sudah mampir yaa
Locations of visitors to this page


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
Thanks for stopping by!

RSS Atom
rss feed


Design: wordweave
Image: Getty Images


Forever Fields

Hanya ingin menumpah kata

Wednesday, March 21, 2007
ARTI SEBUAH PERNIKAHAN

 

Berita Koran dan internet minggu lalu mewartakan Siti Musdah Mulia seorang peneliti Indonesia, mendapatkan award International Women of Courage dari Pemerintah Amerika. Musdah, seorang intelektual islam yang pernah menjadi kontroversi dengan Counter Legal Draft Kontemplasi Hukum Islam-nya, juga salah satu motor jaringan islam liberal, melalui pemikiran-pemikiran sekulernya tentang masalah-masalah sosial hukum islam. Dalam salah satu pembahasan mengenai posisi wanita dalam pernikahan islam, “pejuang gender” ini mencoba menggeser bahwa pernikahan dalam islam bukan hanya persoalan ibadah, tetapi lebih pada persoalan sosial kemanusiaan. Gugatan Musdah terhadap praktek poligami, kawin antar agama, batasan umur sah nikah, seolah menjadi energi tersendiri baginya sebagai seorang gerilyawan demokrasi di tengah pandangan barat tentang rimba islam yang kaku. Pihak barat sudah tentu akan memakainya sebagai corong kampanye demokrasi dan liberalisme. Kontroversi ghazwul fiqri atau perang pemikiran antara antek liberal dengan ahlul sunah, sekarang menjadi ajang “perang” baru di era abad ini.

Menyitir dari pandangan ulama, arti pernikahan menurut ulama Ibnu Al Jauziy dalam buku Shaidul Khathir, adalah sebuah proses kehidupan demi keberlangsungan sebuah generasi. Tatkala jiwa-jiwa yang mulia, merasa hina dalam penyingkapan aurat mereka, maka Allah SWT menganugrahkan syahwat sebagai pendorong yang kuat untuk terjadinya perkawinan.

Menjadi suatu peristiwa alamiah, bahwa seorang laki-laki akil baligh menyimpan dorongan syahwat yang merangsang produksi air mani di dalam tubuhnya. Dalam kondisi fisik yang normal, air mani harus disalurkan, demi terjaganya jiwa dan tubuh yang sehat. Jika tidak, akan mendatangkan suatu penyakit yang dapat membahayakan tubuh.

Selayaknya sebuah proses yang sempurna harus didukung oleh komponen-komponen, bahan serta waktu proses yang baik, penyaluran air mani yang baik demi terjadinya pembuahan dan perkembangan anak yang baik, harus dilakukan dengan prosedur proses yang baik pula. Ibadah adalah “prosedur” yang paling sempurna karena akan mendatangkan ketentraman serta keikhlasan dalam melakukan proses tersebut.

Jika ketentraman hati dari pasangan suami istri serta ketaqwaan kepada Illahi menjadi lebih tinggi, dengan hadirnya istri yang lain, maka Allah menghalalkan yang namanya poligami terjadi dan Al Qur’an adalah bukti dari hukum tersebut.

Tetapi jika khawatir sang istri pertama dan dirinya dapat terjebak dalam kekufuran serta kealphaan dalam mengingat Allah, juga kecemburuan yang berujung kepada rusaknya keimanan, maka cukuplah hanya satu istri. Ini juga yang diterangkan oleh Al-Qur’an.

Pernikahan memang sebuah proses, yang berlangsung seiring berjalan waktu untuk menjadikan sebuah kematangan dalam berpikir dalam membina hubungan, juga dalam membentuk sebuah keluarga yang sakinah, memang butuh ilmu dan kesabaran untuk memperjuangkannya.

Pernikahan bukanlah sebuah legalisasi dari luapan syahwat atau tameng perwujudan ego laki-laki yang berlindung dibalik ritual agama ataupun tradisi, tetapi Pernikahan adalah sunnah yang disyariatkan demi sebuah cara bertahan suatu generasi untuk menjadi lebih baik…..Pernikahan bukanlah hanya sebuah urusan surat dan urat saja.  

Wallahu alam bishowab.

 

By rKyu   

Posted at 5:41:40 pm by Adr
Komentarin donk !!!  

Tuesday, January 23, 2007
My “Indigo” child

 

 

Hari itu mungkin hari yang biasa bagi orang-orang lain, tapi tidak buat seorang Zidan. Semalaman dia tidak bisa tidur nyenyak karena tak sabar menunggu pagi datang, yang akhirnya bangun agak kesiangan. Pekik, teriak serta huru hara kecil yang senantiasa mewarnai situasi pagi di rumah kami, semakin menjadi-jadi karena kepanikan Zidan yang menyadari pagi itu dia tak boleh terlambat.

Hari Senin ini adalah hari teristimewa baginya, karena dia akan menjadi komandan upacara. Bersama sahabatnya si tegap Rian yang menjadi pasukan pengibar bendera dan si cantik Dhea yang menjadi MC, mereka berseragam putih-putih dengan peci hitam dan syal merah-putih menutupi leher, lengkap dengan sarung tangan putihnya.

Upacara pun berlangsung dengan diawali adegan kekacauan barisan peserta upacara yang masih bercanda ria, juga ada yang masih menguap ngantuk.

Zidan sang komandan pun menyiapkan barisannya: "Siaaaaaap Grak, Lencang depaaaaan grak, kakimu rapat, badanmu tegap !!!!"

Begitulah upacara bendera senin pagi di TK Al-Azhar tempat Zidan bermain-belajar dan atas paksaan dia, akupun rela datang terlambat ke kantor. Dengan kamera digital, pinjaman dari teman kantorku, sang Ibu sibuk memotret mengabadikan momen bersejarah itu, sehingga Zidan lupa harus berbalik ke belakang untuk menyiapkan barisan.

Zidan memang selalu punya impian, ingin menjadi pemadam kebakaran, mau jadi polisi yang dengan seragamnya yang gagah bisa membantu orang lain. Perhatiannya terhadap mobil, terutama BMW, membuatnya dia fasih membedakan jenis coupe dan convertible. "Kalo coupe (body) depannya panjang tapi belakangnya pendek, kalo convertible langitnya bisa dibuka (maksudnya kap mobil)" tuturnya menirukan penjelasanku ketika dia melihat-lihat website BMW. Ini yang membuat Raihan, sahabatnya penasaran dan bertanya ke sang Ibu, apa yang dibilang Zidan bener atau bohong ??

Mengenal dan mengikuti karakter anak-anak memang menjadi pengalaman yang sangat indah, apalagi ketika menyadari karakter dua anak-anakku ternyata berbeda.

Anak-anak sekarang mempunyai sifat, karakter atau atribut psikologis yang berbeda dengan zaman kita, atau malah boleh dibilang baru, sehingga Lee Carroll menyebutnya The Indigo Children. Seperti warna dalam kehidupan, selalu saja ada varian warna yang baru, yang merupakan perpaduan estetika dan sifat kimia dari warna-warna yang sudah ada sejak dahulu dan merupakan hasil dari perubahan zaman.

Ciri-ciri dari anak-anak Indigo adalah kritis dalam berpikir, lugas dalam merespons, cepat menerima perubahan dan terkadang terlalu konsisten dalam berpendirian atau malah keras kepala. Saking cepatnya memahami perubahan dari sebuah situasi, mereka cenderung berpikir terlalu dewasa melebihi batas kewajaran anak-anak dulu, dan malah dapat lihai memanipulasi emosi demi tercapainya keinginan. Anak-anak ini memang lahir di zaman serba cepat, serba efficient, serba instant dan lebih mengutamakan logical way of thinking, ketimbang heart feeling. Era computer dan internet, rupanya menjadikan mereka lebih responsif dan efisien dalam berpikir, tetapi kehilangan sisi humanis nya.

Lain Zidan, lain pula Fariq sang Kakak, yang termasuk dalam generasi GIBOL alias Gila Bola. Seluruh nama pemain bola top asal Eropa, nama pelatih, nama stadion sampai skor pertandingan Liga Champion, World Cup, apalagi data Liga Inggris, tertancap kuat dalam memory otaknya. Fariq punya karakteristik agak berbeda dengan adiknya, lebih percaya terhadap hasil, tidak memusingkan detail, serta percaya diri tetapi agak cuek terhadap keadaan. Jika saja si adik jatuh kesakitan atau merajuk marah, dia nyaris tidak menyadari dan merasa hal itu hanya membuang waktu saja. Walau umur sudah 11 tahun, Fariq tetap saja anak-anak, walau badannya sudah hampir menyamai sang Ibu, dan selalu minta diajak diskusi serta dianggap dewasa, tetapi ketika bertemu dengan anak-anak yang lebih kecil, ikut saja bermain berlari-lari.

 

Jiwa anak-anak memang bukan milik kita, begitupun dengan masa depannya.

Kita hanya bisa berharap, seraya mengarahkan dan menyiapkannya, seperti busur panah yang siap untuk diluncurkan…….begitulah Khalil Gibran bertutur tentang anak-anak kita.

 

By Rkyu

Posted at 2:31:37 pm by Adr
Komentarin donk !!!  

Monday, January 15, 2007
Ujian, musibah dan azab

Khotbah Juma’at oleh ustadz Nurprapto minggu lalu, membuatku merinding merenungi dosa-dosa yang telah (dan akan) aku lakukan. Hakikatnya kita berbuat keburukan, mengingkari perintah Allah, serta melawan larangan-NYA, pasti akan mebawa konsekuensi “pembalasan” entah di dunia ataupun di akhirat kelak.

 

Tahun 2006, sarat dengan kejadian-kejadian yang terus menerus dan kita sepakat menamakan musibah bagi negeri ini. Belum hilang duka pedih peninggalan tsunami, Gempa di Jogja, longsor, banjir serta luapan Lumpur yang tak terselesaikan, musibah tenggelamnya KM Senopati serta jatuhnya Adan Air, membuat kita tak pernah lepas dari derita dan kesulitan.

 

Jika kita menemukan suatu kesulitan, bencana ataupun sesuatu yang melampaui batas-batas kenormalan, maka kita seakan berwenang menamakan ini adalah Ujian yang berat atau Peringatan dari Allah SWT dan sebagainya.

Dalam Al Qur’an (ma’af no surahnya lupa) dijelaskan bahwa UJIAN itu hanya diberikan kepada para nabi, orang-orang sholeh serta kaum yang beriman. Begitu juga dengan PERINGATAN, yang artinya DIINGATKAN kembali, jika memang kita pernah BENAR. Apa yang akan diperingatkan, kalau-lah kita memang tidak punya ingatan tentang kebenaran.

 

Jika kita renungi, hikmah apa dibalik semua kejadian itu…….

Mungkin inilah azab atau hukuman yang Allah SWT berikan sesuai dengan perilaku yang kita perbuat selama ini.

Jika negeri Madyan dihancurkan karena mencurangi timbangan, ketika Kaum Luth diazab karena kelewat batas mengumbar nafsu, saat Korun dibenamkan dengan semua kekayaan dan harta bendanya karena kesombongan dalam mengagungkan materi, Fir‘aun ditenggelamkan karena melawan kekuasaan Allah, Bani Israil dijadikan Kera yang hina karena mempermainkan aturan Allah, Umat Nabi Nuh ditenggelamkan karena melalaikan perintah-Nya, dan banyak lagi, itu semua bukanlah Kemurkaan Allah terhadap manusia tetapi karena mereka jua-lah yang mengakibatkan azab itu datang.

 

Sekarang ini, segala bentuk kecurangan, kepalsuan, kepura-puraan, kemunafikan, kemaksiatan serta kejahatan, telah hadir ditengah-tengah kita tanpa ada daya upaya untuk menghalaunya. Bagaimana bisa azab tersebut luput dan tertunda, jika memang kita tak sanggup menghalau bentuk-bentuk kekufuran tersebut.

 

Ya Allah, hindarkan kami dari azab-Mu ini….Lindungi kami dari kezhaliman dan telah merajalela…

 

By rKyU

Posted at 8:56:18 am by Adr
Komentarin donk !!!  

Tuesday, January 09, 2007
Ujian Hati

 

Bertahun-tahun kami mempunyai ketenangan hati, ketentraman jiwa dan perjalanan hidup berdua yang teramat indah. Lewat perkenalan singkat pada acara ramadhan di mesjid dekat rumah, akhirnya rasa itu tumbuh, dan akhirnya beikrar setia dalam membina rumah tangga. Masa-masa itu kami memang sangatlah muda, pantas saja kalo orang bilang monyet-monyet yang sedang bercinta. Singkat cerita, samudra waktu, gelombang kehidupan, serta rintangan zaman akhirnya dilalui sudah.

Alhamdulillah, harta tercukupi, keluarga pun terhidupi, kami memang mencoba menjalani hidup dengan mandiri.

 

Berkah demi berkah, ujian demi ujian, suka, senang, derita, sedih, gembira, air mata, sakit, bahagia senantiasa datang silih berganti. Tapi Allah SWT Maha Pemurah, ujian yang datang tidaklah seberapa dibanding nikmat dan berkah yang diterima. Rasa sakit yang dialami, kekurangan materi yang didapati, hanyalah secuil kesulitan, yang dengan izin Allah SWT, dapat mudah teratasi. Alhamdulillahi Ya Robbii.. 

Tapi kini, lewat ujian hati yang diberikan, yang tak pernah kami dapatkan....,kami mencoba tetap bertahan. Tak ada yang menyangka dan tak mengira, rasa tenang dan tentram ini terkoyakan sudah….

Kami memang pandai menjaga rasa …

Kami memang lihai menawan kehendak….

Kami memang piawai berpura-pura menahan gejolak…..

Semua getar, gelombang dan badai seakan takkan mampu goyahkan kami.

Sangatlah pejal, solid, kaku-nya ikatan, kuat tak tergerakan..

 

Rupanya Allah SWT tak menghendaki kesombongan itu terus bersemayam di kalbu.  Allah SWT memberikan rahmat-Nya yang sangat indah, lewat sebuah ujian untuk meluluh lantakan kesombongan, melumat ketakaburan, membilas noda ujub di hati.  

Rupanya itulah kelemahan kami selama ini, yang nyaris terlupakan untuk diperbaiki. Kami memang lalai dalam memelihara hati dari rasa tinggi…

Kami sering lupa membiarkan setan meniup rasa dendam memenuhi rongga kalbu.

Jauh, jauuh …sangat jauh dari rasa tawadlu…

Sangat panjang jaraknya dengan kesabaran dan keikhlasan.

 

Semoga kami dapat melalui ujian kali ini…..

Semoga Allah SWT tetap memancarkan hidayah-Nya, demi menambah keimanan kami.

 

(Refleksi dan renungan akhir tahun 2006…..banyak canda dan tawa, banyak cerita dan airmata, banyak hikmah dan ujian serta ilmu yang didapat…semoga tetap termasuk golongan yang bersyukur)

 

Bekasi, 29 Desember 06

Posted at 12:17:51 pm by Adr
Komentarin donk !!!  

Thursday, December 21, 2006
Setia dalah Bukti....bukan Janji!!!!

ARTI KESETIAAN

  

Suatu ketika, lewat blog surfing, aku menemukan alamat email seorang teman lama yang nyaris tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus dari kampus.

Usut punya usut, akhirnya aku menemukan no handphone-nya dan ngobrol bertukar kabar. “Elo, masih di perusahaan yang lama ? Ooh, akhirnya lo kawin juga ama si dia..? Setia amat lo ya….!

Ungkapan spontan, tanpa punya pretensi apa-apa dari seorang kawan lama, tetapi membuatku merenungi apa arti KESETIAAN itu…..

“Kesetiaanku” terhadap kantorku yang lama bukan tanpa alasan, tetapi mungkin aku termasuk orang yang tidak terlalu ngoyo atau memang termasuk risk averse. Pekerjaan baru akan membutuhkan energi banyak untuk beradaptasi dan mencari bentuk partisipasi yang pas dalam lingkungan baru tersebut.

Tetapi apakah aku tergolong pekerja yang setia kalau memang alasannya hanya ingin nyaman memanfaatkan situasi “comfort zone” yang aku dapat di kantor ini?.

Kesetiaan terhadap pasangan, belumlah berarti, jika hanya karena takut kehilangan atau malah karena materi yang didapat. Karena itu, kesetiaan tidak hanya identik dengan lamanya waktu ataupun tingginya intensitas frekuensi berinteraksi. Kesetiaan seharusnya dapat diaktualisasikan dalam bentuk yang lain. Jika kita dapat menjaga perasaan hati hanya untuk seorang yang sangat kita cintai, apakah kita cukup setia untuk menyimpan perasaan ini sendirian.

Kesetiaan memang butuh waktu yang sangat panjang untuk pembuktian tetapi bukanlah waktu yang menjadi tolak ukurnya.

Keyakinan terhadap suatu keputusan masa lalu  dengan secara sabar dan ikhlas dalam menjalaninya, adalah sebuah upaya untuk dinamakan setia.

 

Kesetiaan membutuhkan konsistensi atau sikap istiqomah dalam menjalankan amanah.

Kesetiaan membutuhkan keikhlasan dalam menerima apa adanya “takdir” yang didapat.

Kesetiaan membutuhan kesabaraan dalam menjalani riak gelombang yang ditemui.

Kesetiaan sangat relative, karena tergantung dari niatan yang mendasari sikap tersebut.

 

Kesetiaan hanyalah sebuah parameter manusia yang membedakan mereka dalam kemampuan untuk menepati dan menjalani janjinya.

Ketakwaan adalah parameter utama yang akan membawa manusia kepada kebahagiaan yang hakiki….

 

SETIA ADALAH BUKTI…..BUKAN JANJI..!!...

(Koq jadi kayak iklan ???)

 

 

Salam,

 

rKyu

Posted at 4:06:01 pm by Adr
Komentarin donk !!!  

Thursday, December 14, 2006
Ujian Allah SWT datang lewat kunjungan si BUSH…..

(celoteh tentang si bush yg tersisa....tadinya dianggap tidak layak tayang.)

 

Sudah beberapa hari ini, teriakan, hujatan, protes serta ejekan terhadap Presiden "The Controversial" George W Bush, menggema di seluruh Nusantara. Sebagian dari kita, memang tidak rela, jika dia datang berkunjung, walaupun hanya 6 jam saja.

Kunjungan yang hanya berdurasi ¼ hari, seakan membuat luka yang amat sangat, sehingga para mahasiswa rela bolos kuliah, para Ibu rela berpanas-panasan menggendong anaknya, Bapak-bapak rela kehilangan uang rokok buat ganti ongkos, para buruh rela kehilangan jam lembur, para supir angkot dan mikrolet rela kehilangan setoran, dsb.

Dari minggu lalu, para agen CIA pun berkeliaran, mulai dari Halim, Jagorawi, Terminal Baranangsiang, Kebon Raya sampai Ciawi sana. Sementara para KGB (Koalisi Ganyang Bush), tak kalah serunya menggelar ajakan untuk Tolak Bush, mulai dari selebaran, poster, spanduk, orasi, yel-yel sampai aksi santet pun dilakukan.

Teror dan ancamanpun disebar, dari mulai penyegelan restoran Amerika, blockade jalan, pengepungan kedubes sampai bom yang akan meledak ketika Bush lewat.

 

Lalu sebenarnya, apa yang sedang terjadi ???

 

Jika para mahasiswa berdemonstrasi, mereka punya motif dan tujuan yang berbeda. Dari yang mencari sensasi masuk TV, latihan menggembleng mental, pelampiasan stress tugas-tugas kuliah dll, Jika para buruh berdemo, ada yang memang cari kegiatan, solidaritas kepada kawan, sampai memang membela mencari keadilan.

Jika para santri berlong march, ada yang hanya disuruh kyai, melatih diri agar sanggup berjuang, sampai yakin menjadi mujahid.

 

Bush memang telah dinisbatkan sebagai seorang kafir harbi, artinya memang pantas diperangi. Dan Amerika memang telah menjadi Negara Imperialis baru lewat penjajahan ekonomi dan budaya yang sulit ditandingi.

 

Tergantung dari kita, bagaimana memanfaatkan peluang yang diberikan Allah SWT lewat ujian dengan melihat dan merasakan tingkah polah si GWB ini. Apakah kita akan diam saja, pertanda mencoba bersabar tanpa berbuat apa-apa, tetapi berpeluang memunculkan sikap kemunafikan??

Apakah kita mereaksi dengan anarkis, sehingga akhirnya melakukan kezhaliman (Zhalim dibalas zhalim) ?

Apakah kita akan ikut-ikutan IKUT  atau ikut-ikutan TIDAK IKUT, ketika semua orang berbondong-bondong memusuhi Bush dan Amerika-nya….?

 

Ach….,

Tangan ini kelewat kecil, untuk menghalau kedatangannya

Lidah ini kelewat kelu, untuk dapat mendebat cara berpikirnya dan gaya arogannya    

Hati ini kelewat lemah untuk menentang budaya hedonis dan kapitalis yang diming-imingkannya.  

 

Ampuni hamba-MU yang lemah ini, ya  Allah.

Semoga hidayah-MU berkenan  menerangi rongga kalbu seorang hamba-Mu yang bernama Bush itu…..

 

 

(Bush itu artinya semak-semak liar….yang harus dirapihkan atau jika tidak, dipangkas habis, tanpa ada kompromi……bukan begitu busssssssh ??.)

 

rKYu

Posted at 11:37:05 am by Adr
Comment (1)  

Tuesday, December 05, 2006
Aa Gym memang manusia (luar) biasa

 

Aa Gym memang manusia (luar) biasa……..

 

Kekayaan, ketampanan dan kepandaian

Memiliki potensi meningkatkan keimanan

Pada saat bersamaan dapat pula memunculkan kekufuran

 

            Kesabaran, kejujuran dan ketakwaan

            Sudah seharusnya berlandas keikhlasan

            Namun terkadang dapat pula menimbulkan kesombongan

 

(petikan puisi dari buku agenda 2007 : Yayasan Percikan Iman)

 

 

Jika pada tulisan yang lalu, saya bercerita Aa sebagai manusia biasa….sekarang adalah waktu yang akan membuktikan bahwa Aa Gym harus menjadi luar biasa dan tetap menjadi panutan serta berjalan teguh di jalan yang diridhoi Allah…Insya Allah.

 

Aa Gym sudah menjadi pemimpin informal, yang selalu menganjurkan kebeningan hati, ketulusan kalbu serta kejernihan akal, dalam setiap langkah-langkah kehidupan. Ketenaran serta kesantunan beliau, selalu diidamkan para istri agar dicontoh oleh para suami. Kasih sayang terhadap Teh Nini, istri tercintanya dan juga terhadap keluarganya, yang selalu ditunjukan Aa  kepada publik, menjadikan ikon keluarga sakinah yang didambakan setiap keluarga di Nusantara.

Kemuliaan akhlak yang terlihat kasat mata dari seorang Aa Gym, yang kerap kali menyebut dirinya baru dapat mencontoh sedikit dari Rasulullah SAW, seakan menjadi tolak ukur baru yang dicari-cari oleh setiap muslim, yang ingin nyaman hidup secara moderat. Keikhlasan yang sangat berbahaya, karena bisa jadi tidak berpangkal dari ketauhidan yang sempurna. Ketakwaan yang sangat sumir, karena acuannya adalah ketentraman hati agar dapat hidup moderat, nyaman dan tenang, di tengah badai fitnah dunia yang terkadang menyesatkan.

 

Heboh pernikahan kedua Aa memang sangat menghentak setiap muslim dan muslimah yang senantiasa mengikuti gerak langkah, tausiyah serta aktivitas Aa Gym.

Pernikahan kedua bukanlah suatu aib yang harus disembunyikan, bukan pula kehinaan yang ditutup-tutupi. Sunatullah yang halal dilakukan, dengan persyaratan yang memang tidaklah mudah bagi sebagian orang untuk mengikutinya.

 

Pernikahan kedua bagai sebuah tindakan menambah tumpukan lego pada sebuah bangun yang setimbang, dengan harapan meninggikan bangunan tapi beresiko menghancurkan semuanya. Bagai sebuah tindakan melepas cengkraman tangan, agar dapat meraih batu yang lebih tinggi, ketika seorang pemanjat tebing berusaha mendaki lebih tinggi.

Tentunya tidak sembarang orang yang akan "berani" dan mampu mengambil resiko yang memang harus terukur tepat, agar sasaran yang diinginkan tercapai.

 

Terkadang kita merasa amat sangat nyaman, ketika berada dalam keadaan steady state…ataupun  ketika masuk "comfort zone", sehingga upaya perbaikan diri terhenti.

Keberanian mengambil resiko untuk meningkatkan level keimanan dengan menuai cercaan serta hujatan, bagai pil pahit yang harus ditelan agar badan lebih sehat.

Biarlah Aa Gym memilih jalannya untuk meningkatkan derajat keimanan agar meraih ridho Illahi, dan yakinkan diri bahwa kita masih harus terus berbenah meningkatkan keimanan kita sesuai dengan kemampuan yang ada.

Biarlah Teh Nini dan juga Teh Rini, mengasah kesempurnaan hatinya agar ikhlas menerima episode kehidupan selanjutnya, agar dapat meninggikan derajat keimanan mereka.

 

Ketampanan, kekayaan serta kepandaian, telah diperagakan oleh Aa sehingga umat bagai terpana, seakan suri tauladan Rasulullah terpancar dari padanya.

Semua itu dapat berpotensi untuk meningkatkan derajat keimanan, walau bahaya fitnah dunia akan terus mengancam.

Kesabaran, kejujuran serta ketakwaan dari Aa Gym, yang menjadi acuan umat untuk memperbaiki diri, bisa saja lepas dari keikhlasan mencari ridho Allah.

 

Wallahu alam bishowab,

==> rkyU

Posted at 4:04:42 pm by Adr
Komentarin donk !!!  

Thursday, November 16, 2006
TMLWKY

Too Much Love Will Kill You……

 I'm just the pieces of the man I used to be

Too many bitter tears are raining down on me

I'm far away from home

And I've been facing this alone for much too long.

I feel like no-one ever told the truth to me

About growing up and what a struggle it would be

In my tangled state of mind

 

Entah mengapa, tiba-tiba terngiang teriakan Brian May, The Guitarist Legend-nya QUEEN. Alunan musik dengan lengkingan gitar lagu TMLWKY, seakan memberi inspirasi bagiku untuk mengurai arti sejatinya Cinta.

Ketika kaidah take and give dipakai dalam urusan yang satu ini, bukanlah jaminan untuk mendapatkan The Everlasting Love. Prinsip basic Take & Give adalah kaidah muamalah dagang biasa, dan urusan cinta bukanlah sebuah Transaksi (kecuali kalo mau dijadikan sebuah transaksi bisnis kenikmatan…itu lain soal).

Urusan cinta adalah Give and Give, karena itulah yang menjadikan dasar ketentraman hati, kebahagian nurani dan keindahan hidup. Tidak membahas untung rugi didalamnya.

Kebahagian memberi akan terasa sangat indah, jika kita menemukan sang belahan jiwa sejati alias si soul mate, yang memang menjadi takdir kita untuk membagi hati ini. Dengan kalimat lain, itulah jodoh yang telah ditetapkan.

Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa pasangan kita sekarang adalah si soul mate yang kagak ada mate nya itu….?

Jika memutuskan untuk menerima jodoh dengan dasar keyakinan terhadap karunia Allah SWT, demi mendapatkan keridhoan-Nya, insya Allah, soul mate itu adalah "hak" kita mengusahakannya. Karena ketika hubungan percintaan dibawa menjadi ikatan perkawinan, persoalan sudah menjadi urusan ibadah. Lurusnya niat, kuatnya ikhtiar dalam mempertahankan ikatan perkawinan dengan menggunakan racikan sesendok kasih, setabur sayang ditambah bumbu cinta kemudian disajikan dalam indahnya kebersamaan keluarga, akan menjadi hidangan nikmat dunia yang sangat menentramkan, demi menggapai kebahagian akhirat yang hakiki. Itulah hakikat hidup berpasangan di dunia.

 

Too Much Love, membuat hidup menjadi terlalu POSSESIVE akan Hak yang dimiliki.

Too Much Love, membuat pikiran menjadi over PROTECTIVE  dalam menjalankan kewajiban menjaga.

Too Much Love, membuat hati menjadi mudah EXPLOSIVE dalam bereaksi memberikan sikap yang seharusnya.

TOO MUCH LOVE WILL KILL YOU, every time….

 

To my dearest wife : NO DOUBT YOU'RE MY SOULMATE

 

By RkyU

 

Posted at 1:05:47 pm by Adr
Komentarin donk !!!  

Wednesday, November 08, 2006
Setumpuk dendam - Serangkai ma'af

 

Apa yang akan kau lakukan, ketika seseorang yang dulunya powerfull, untouchable & super zhalim, dan telah menganiaya kita selama bertahun-tahun, tiba-tiba berada dalam genggaman kekuasaan kita, sehingga kita mempunyai kemampuan atas dia, untuk kita perlakukan apa saja ? Apa yang akan kita perbuat, ketika dendam yang mendalam tertanam menyatu di dalam relung kalbu terpendam, tiba-tiba mempunyai sarana untuk menyemburat keluar terlampiaskan ?

Perasaan hati yang menerima kezhaliman, telah berbuah dendam beserta segudang amarah seakan bom waktu yang siap meledak kapan saja, jika energi picunya telah cukup terpercik. Dendam hanyalah sebuah suasana hati, yang sulit menerima kenyataan yang dihadapi, ketika kesombongan dan keangkuhan ini menjadi-jadi. Dendam datang dari semangat iblis, yang memang rajanya segala dendam karena diperintah bersujud kepada Sang Adam. Dendam adalah warisan setan, agar mereka mempunyai teman, ketika pertanggungjawaban Tuhan dimintakan di akhir zaman.

Selayaknya hukum fisika, ketika molekul bertambah pada volume yang tetap, maka tekanan ruang akan makin besar. Sempitnya hati, karena sudah terpenuh dengan kesombongan diri, membuat seluruh energi negative akibat kemarahan mempunyai tekanan yang tinggi serta berpotensi ledakan yang berujung dosa. Solusinya adalah sikap berserah diri atas ujian hidup di dunia, serta ikhtiar yang tak pernah pudar, demi meningkatkan kualitas keimanan, yang meluluh lantakan sisa-sisa keangkuhan dan kesombongan yang mengerak tebal di dalam hati.

Ketika Rasulullah SAW menyerukan Islam di Thaif di awal masa dakwahnya, hujatan, cacian, bahkan lemparan batu dari penduduk kota, tidak membuat hatinya mendendam. Bahkan do'a dilantunkan, agar hidayah segera menyelimuti hati-hati yang gelisah dan penuh amarah di dada penduduk Tha'if.

Qur'an memang mengajarkan kita selalu konsisten membantu sesama, menahan amarah hati dan mema'afkan kesalahan orang lain, apalagi sesama saudara muslim. Itulah ciri-ciri orang yang bertakwa, yang menyegerakan diri untuk meminta ampunan Allah SWT, bertaubat atas kesalahan-kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi.

Sikap bundo si malin yang menaruh dendam terhadap anak durhakanya, bukanlah perilaku terpuji, walau penolakan sang anak melampaui ambang batas kesabaran seorang Ibu.

Dalam hukum balas berbalas, darah dibayar darah, nyawa diganti nyawa, jiwa ditukar jiwa, hanya akan menyisakan dendam yang tiada berujung.

Hukum Qishos, ketika seseorang membunuh jiwa seorang muslim lainnya, harus dibayar dengan jiwa, bukanlah untuk melampiaskan dendam. Tetapi sejatinya hukum Allah SWT dalam menghargai setiap jiwa yang disia-siakan oleh tangan-tangan durjana, Qishos mengandung arti penegakan hukum  terhadap si pelaku pembunuhan, agar menanggung konsekuensi penghilangan jiwa di dunia, dan mempermudah mendapat ampunan Allah SWT di akhirat. 

Lalu siapkah kita mengurai dendam, menghapus amarah, mema'afkan semua kesalahan yang telah diperbuat manusia lain kepada kita ?

 

Mohon Ma'af Lahir dan Bathin……, hanyalah seucap kalimat yang menghias senyum tanpa mempunyai makna yang nyata.

 

Sekali lagi dengan ketulusan hati, mohon ma'af lahir dan bathin, semoga Allah SWT mengampuni dosa kita semua.

 

By rKYu  

 

Posted at 8:59:28 am by Adr
Komentarin donk !!!  

Monday, November 06, 2006
KESENDIRIAN

 

 

Chuck Noland, seorang system engineer dari Fedex, terdampar di sebuah pulau sepi di antah berantah, setelah pesawat yang ditumpanginya jatuh. Dia harus bertahan hidup dalam  kondisi terisolir seorang diri. Mulailah babak baru dalam cerita hidupnya yang menjadi menarik untuk dikisahkan dalam film "Cast Away" –nya Tom Hanks.

Kesendirian Chuck Noland , memaksa "Wilson" menjadi teman dialog imajinernya, demi bertahan hidup tanah kosong itu.

Kesendirian memang menjadi cobaan yang sangat berat bagi sebagian manusia, mengingat manusia adalah mahluk sosial yang mempunyai kebutuhan psikologis untuk berinteraksi dengan sesamanya. Naluri hidup berkelompok, yang juga dipunyai hewan, menjadi sarana manusia untuk mendapatkan "kebutuhan" psikologis dan juga biologis. Apakah kita pernah membayangkan kesendirian seorang ustad Abu Bakar Ba'asyir, Hutomo "Tommy" Soeharto, Sayyid Quthb, Polo, Amrozi, Tibo, Soekarno, Arswendo dan yang lainnya ketika harus menjalani hukuman penjara ?. Kesendirian bisa menjadi  berkah atau juga menjadi musibah, tergantung dari cara diri menyikapinya. Ketika seseorang diuji dalam memegang teguh prinsip hidupnya atau dalam menebus kesalahannya, kesendirian adalan sarana dalam berintrospeksi untuk mendapatkan kejernihan berpikir, sehingga dapat memperkuat kualitas keimanan.

Tetapi kesendirian pula dapat membuat keputus asa-an, kehinaan serta berhentinya hakikat hidup, ketika kita harus menyerah dalam ujian tersebut.

Adalah Yusuf Al-Buwathi, yang terusir dengan tangan terbelenggu rantai dari negerinya Mesir, karena memegang teguh prinsip hidupnya bahwa Al-Qur'an bukanlah mahluk. Kesendirian dalam memegang prinsip menjadikan dia terasing dan terisolir, tetapi tetap bertahan demi meningkatnya kualitas keimanan. Adalah Sayyid Quthb, yang menuntaskan kitab Fi-Zhilalil Qur'an dalam keheningan penjara dan kebisuan tiang gantung. Syaikhul Ibnu Taimiyah malah bersyukur mendapatkan kesempatan menjalani kesendirian di dalam kurungan, sehingga melahirkan ide-ide brilian yang abadi sepanjang masa. Rasulullah SAW pernah mengalami perasaan kesendirian di tahun-tahun kesedihan ketika ditinggalkan orang-orang tercintanya, yang ternyata hanyalah sebuah ujian sebelum diberikan kemenangan oleh Allah SWT.

Apa yang terjadi ketika Napoleon menjalani hari-hari akhir hidupnya dalam pengasingan di Pulau Elba ? Bagaimana King Louis XVI dan Lady Marry Antoinette dalam mengisi kesunyian  hari-hari mereka sebelum guilotine mengakhiri kesendiriannya ?   Apa juga yang dipikirkan Sadam, Fuhrer, Sumanto dan para Tapol di Pulau Buru ketika menghadapi keterasingan yang menjemukan ?

Kesendirian dan keterasingan pun dialami oleh sebagian dari kita, yang selalu mendambakan kejernihan dalam mencari rizky dari-Nya. Kita menjadi orang yang sangat aneh plus idiot, ketika menolak uang 2 milyar, yang tidak jelas mengapa harus kita terima padahal dapat dipertanggungjawabkan secara legal, demi sebuah keputusan yang juga melalui pintu kelegalan "ala" manusia. Penolakan terhadap nikmat dunia, demi menjaga nikmat akhirat yang ghaib, menjadikan "penjara" kesendirian semakin panjang. Ujian demi ujian datang beruntun, dan demikianlah Allah akan mengungkap kesejatian tauhid serta kesabaran umat yang dicintai-Nya.

Kesendirian…….

     Keterasingan……

            Kesunyian………

                   Keheningan…….

Akan selalu menemani jiwa-jiwa yang murni, untuk bertahan memegang teguh amanah kebenaran sejati.

 

Sepi….sepi…..sepi….., itulah coretan kecil yang tergores halus di sudut hati.

 

By RkYU

Posted at 9:52:04 am by Adr
Komentarin donk !!!  

Don't buy Vista Security
Previous Page Next Page